Walikota Cirebon Drs H Nashrudin Azis, SH menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan acara Pentas Kreasi Sehati Dinas Pendidikan Kota Cirebon. Melalui ajang itu, selain menjalin silaturahim antarkeluarga besar Disdik, juga menjadi ajang penggalian minat, bakat dan talenta anak didik. Termasuk melestarikan budaya kuliner khas Cirebon.

“Terima kasih kepada Pa Odik (plt Disdik, red), yang telah membuat acara ini sedemikian rupa. Kegiataan seperti ini patut dikembangkan. Untuk menjadi penguat terhadap tugas-tugas kita, pengabdian kita. Untuk menjalin komunikasi antara satu dengan yang lain. Seperti dengan senior, para pendahulu kita boleh diajak untuk memikirkan kemajuan pendidikan kita,” tutur Walikota dalam sambutan tanpa teks.

Acara yang bertajuk Gebyar Karya Anak Bangsa “Pentas Kreasi Sehati” Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-74 Disdik Kota Cirebon dilaksanakan dua hari, Jumat-Sabtu 23-24 Agustus 2019 di halaman Disdik. Beragam kegiatan dilaksanakan, antara lain tampilan kreasi anak, pameran karya pendidikan, bazar kuliner khas Cirebon, lomba menggambar SD, membuat poster SMP, fashion show TK PAUD dan merias wajah bagi LKP.

Dalam kesempatan itu Disdik memberikan santunan 100 anak yatim. Sebelumnya pembagian hewan qurban kepada yayasan, yatim piatu, masjid-masjid. Usai pembukaan, Walikota bersama Sekda H. Anwar Sanusi, S.Pd., M.Si didampingi Plt Kadisdik.Odik, S.Pd., M.Pd dan undangan lain meresmikan Teras Baca yang digagas ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan dinas setempat.

Sejumlah tamu istimewa terlihat. Mereka adalan mantan pejabat Disdik sebelumnya. Ada Drs H Agueng Sumaryana, Drs H Jaja Sulaeman, M.Pd, H Anwar Sanusi, SPd., M.Si, ketiganya pernah menjadi Kadisdik dalam masa yang berbeda. Tampak hadir pula H Abdul Haris, S.Pd.,MM, yang pernah menjadi Kabid Sarpras dan Kabid Dikmen Disdik.

Diawal sambutan, Walikota mengaku tertarik dengan atraksi Dewi Yoni Setyorini guru SMPN 7 Kota Cirebon saat menjadi konduktor menyanyikan lagu Indonesia Raya. Menurut Walikota menjadi pemimpin itu seperti konduktor, harus bisa diikuti oleh orang-orang yang dipimpinnya. Mereka yang dipimpin merasa diarahkan, diayomi oleh pemimpinnya.

“Aja sampe ana atau langka pemimpin sama saja. Jalan dewek bae ongkoh-ongkoh. Jika itu terjadi, berarti kita ini belum pantas jadi pemimpin,” tandas Walikota sambil mengajak agar guru-guru bisa bekerja mendidik dan mengajar anak-anak dengan sungguh-sungguh, penuh kecintaan terhadap anak didik. Kerja mereka akan menentukan masa depan kota dan bangsa ini. (PaDE)

WALIKOTA APRESIASI PENTAS KREASI SEHATI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
RSS
Facebook
Facebook
YouTube
Instagram