UPT Pendidikan Kecamatan Kesambi ditengah issue pembubaran kelembagaan, tetap gencar melakukan pembinaan kompetensi kepala sekolah dan guru. Senin (10/10) bertempat di Pelita Auditorium Sekolah Pelita Bangsa, menggandeng jaksa sebagai sahabat guru dalam launching pemberdayaan gugus, yang untuk pertama kalinya di lakukan di Kota Cirebon.

Surip, SE selaku kepala UPT Pendidikan Kec. Kesambi melaporkan kondisi guru di wilayah binaannya yang dirasakannya ironis. Selain mempunyai tupoksi mengajar, guru SD juga dibebani tugas lain sebagai bendahara.

“Dari 900 orang guru yang ada, ironis, 700 diantarnya adalah tenaga honorer. Dengan jumlah guru PNS yang terbatas itu, nyatanya mereka tidak hanya melaksanakan tugas pokoknya yaitu mengajar. Guru PNS juga dibebani tugas tambahan sebagai bendahara. Sementara itu guru honorer yang telah mengisi kekosongan guru PNS, dari aspek kesejahteraan belum mendapatkan perhatian yang memadai.”

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Drs. H. Jaja Sulaeman, M.Pd menyampaikan bahwa sebagai sub sistem pendidikan nasional, Kota Cirebon turut menyukseskan program Kemendikbud. Ukuran yang digunakan adalah 8 standar nasional pendidikan. Salah satunya adalah standar pendidik dan tenaga kependidikan.

“Kami ingin memberikan pelayanan yang merata termasuk pemerataan akses dan peta mutu. Dengan anggaran yang relatif kecil diharapkan dapat mencapai mutu yang diharapkan. Termasuk upaya-upaya peningkatan kesejahteraan PTK honorer ini akan terus dilakukan.”

Kadisdik juga mengatakan pihaknya terus menjalin komunikasi dengan semua stake holders seperti jajaran Forkopimda, yang termasuk didalamnya adalah Kejaksaan Negeri. Kadisdik tidak ingin guru-guru selalu disalahkan. Dia berharap ada sinergi diantara Tri Pusat Pendidikan yaitu sekolah, keluarga dan masyarakat demi tercapainya pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Cirebon, H. Arifin Hamid, SH, MH yang juga hadir dalam kesempatan itu mengungkapkan keprihatinanya terhadap kondisi guru honorer di Kota Cirebon. Dia baru mengerti kondisi dilapangan setelah ia meluncurkan program Jaksa Sahabat Guru. Menurutnya program ini mendapat respon yang baik dikalangannya dan akan menjadi program nasional. Kajari berpesan agar guru jangan ragu-ragu dan tak perlu takut, selama sesuai dengan aturan.

“ Bapak dan Ibu guru jangan ragu-ragu dan tak perlu merasa takut selama bekerja sesuai dengan aturan. Apabila ada hal-hal yang belum difahami, silahkan meminta pertimbangan hukum dari kejaksaan”, ungkap kajari yang ternyata sangat bersahabat dan memiliki selera humor tinggi ini.

Regina Elisabeth. T, B.Sc, M.Ed selaku Kepala Sekolah Pelita Bangsa yang telah memfasilitasi pertemuan ini berharap agar kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dalam rangka peningkatan mutu layanan pendidikan di Kota Cirebon.

UPT PENDIDIKAN KEC. KESAMBI MENGGANDENG JAKSA SAHABAT GURU DALAM LAUNCHING PEMBERDAYAAN GUGUS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
RSS
Twitter
Visit Us
Follow Me
YouTube
Instagram