Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kota Cirebon melakukan terobosan. Dalam mendukung program dinas setempat, kaum Hawa ini menyelamatkan masa depan pendidikan anak-anak di daerah pinggiran kota (disisi kota-disko). Caranya? Melegalisasi kembali pernikahan kedua orang tuanya.

“Banyaknya anak-anak pinggiran Kota Cirebon kesulitan untuk melanjutkan sekolah. Kendalanya karena mereka tidak mempunyai akta kelahiran. Ternyata mereka terlahir dari pasangan orang tua yang tidak mencatatkan pernikahan mereka di KUA karena hanya nikah agama,” tutur Ketua DWP Disdik Niar Ramdah Jaja Sulaeman.

Niar menambahkan, melihat nasib anak-anak disko tersebut maka pada awal Maret lalu pengurus sepakat membantu legalisasi pernikahan orang tua mereka di Pengadilan Agama. Dibentuklah kepanitiaan Itsbat Nikah Massal. Tugasnya membantu pembuatan buku nikah di KUA setempat serta pembuatan akta kelahiran untuk anak mereka di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

“Alhamdulillah, hari yang kami tunggu akhirnya datang juga. Sebanyak 43 pasangan suami isteri dari satu kelurahan dan satu kecamatan berhasil pernikahan mereka sah mendapatkan surat-surat nikah. Sungguh sebuah proses yangg cukup panjang, menguras energi dan emosi kami,” ungkapnya.

Proses yang panjang, lanjutnya, karena setelah berkonsultasi dan bernegosiasi dengan pihak Pengadilan Agama, KUA, Kemenang dan Disdukcapil, panitia segera mendata beberapa pasang peserta. Sampai akhirnya terkumpul 43 pasutri yg terdaftar. Semuanya berasal dari satu kelurahan dan satu kecamatan di Kota Cirebon.

Proses yang sangat menguji kesabaran berada di fase ini. Karena pihaknya harus mendata secara detail tanggal lahir, tanggal pernikahan dan mahar. Selain itu harus menghadirkan saksi dan tanggal lahir anak-anak yang rata-rata punya lebih dari 5 anak. Ironinya mereka tidak ingat, karena tidak tertulis secara resmi.

“Kami harus langsung terjun  keliling ke rumah warga untuk menandatangankan berkas yg kami buat. Lokasi rumah warga yang berjauhan, harus di tempuh naik turun jalanan berbatu terjal, berpasir dan licin. Tak menyangka jika daerah itu adalah Kota Cirebon,” tutur ibunda ikhsan ini.

Setelah 6 bulan berproses, sidang  Itsbat nikah masal pun ini dapat terselenggara. Semua tidak lepas dari dukungan semua pihak.Terimakasih kepada Kadisdik Kota Cirebon Drs H Jaja Sulaeman, M.Pd, Kepala Kementerian Agama Kota Cirebon Drs H Ahmad Sanukri, SH., MM.

Terima kasih juga disampaikan kepada Ketua Pengadilan Agama H. Moenawar Subkhi, Lurah Argasunya H. Dudung Abdul Barry dan seluruh pengurus DWP Disdik yang all out membantu pihaknya menyukseskan program mulia tersebut. (Yyn)

SELAMATKAN PENDIDIKAN ANAK DISKO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
RSS
Twitter
Visit Us
Follow Me
YouTube
Instagram