Dunia pendidikan Kota Cirebon kembali menorehkan prestasi. Kali ini prestasi lomba Olimpiade Sains Nasional (OSN). Shata Juangsar Daedo, siswa kelas VII SMP Negeri 4 Kota Cirebon berhasil meraih medali perunggu di tingkat nasional. Setelah ia mengikuti lomba OSN di Padang Sumatera Barat 1-7 Juli 2018. Ditemui selepas apel pagi di lapangan upacara Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Drs. H. Jaja Sulaeman, M.Pd pada saat menyerahkan medali kepada shata mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas diraihnya prestasi tersebut.

“Saya ucapkan selamat kepada ananda Shata atas prestasi yang diraihnya dalam ajang bergengsi OSN Tingkat Nasional. Bila tahun-tahun sebelumnya raihan prestasi OSN di tingkat nasional diraih oleh siswa dari sekolah swasta, untuk tahun ini diraih oleh siswa yang berasal dari SMPN. Kita patut bersyukur atas perkembangan pendidikan di Kota Cirebon. Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada Kepala SMPN 4 Kota Cirebon, guru pembimbing, pengawas bina dan orang tua yang telah memberikan dukungan sehingga bisa meraih prestasi yang membanggakan”.

Shata, kendati hanya meraih perunggu namun pencapain itu sudah luar biasa. Pendidikannya baru kelas VII namun sudah mampu bersaing dengan kemampuan kakak kelasnya dari daerah lain di Indonesia. Ia lolos nasional, setelah berhasil melalui seleksi tingkat Kota Cirebon 24 Maret 2018, dan seleksi tingkat Jawa Barat 19-21 April 2018.

“Saya dapat meraih perunggu setelah melalui tes. Ada dua bagian tes, ada sesi eksperimen sama sesi teori. Kalau sesi eksperimen itu kita harus mengerjakan soal yang diberikan berdasarkan hasil dari pengamatan yang telah dilakukan.  Kalau kemarin itu yang harus dikerjakan untuk soal eksperimen berkaitan dengan soal tentang massa jenis, laju transpirasi tumbuhan, dan anatomi tumbuhan,” tutur Shata mengenang perjalanan lombanya.

Ia melanjutkan, kalau sesi teori ia harus mengerjakan soal yang sudah diberi dari panitia. Modelnya seperti ujian. Ada lembar soal dan lembar jawabannya. Soal teori ada dua jenis soal, pilihan ganda sama uraian. Pilihan ganda 40 soal, materi tentang biologi sebanyak 20 soal, dan materi tentang fisika sebanyak 20 soal.

“Kalau uraian ada 10 soal, materi tentang biologi sebanyak 5 soal dan fisika sebanyak 5 soal. Kalau fisika ditanya tentang kinematika, dinamika, optik, gelombang, dan gejala kelistrikan dan kemagnetan. Kalau biologi, tentang mikrobiologi, biokimia, ekologi, anatomi tumbuhan dan hewan, dan tentang forensik,” ujar putera bungsu pasangan Canisa dan Zuchrofiyah.

Siswa berkaca mata ini menyampaikan terima kasih kepada kepala sekolah ibu Hj Sumiyati, Bapak Karnoto dan Ibu Titin atas bimbingan dan dukungannya dalam persiapan dan mengikuti lomba. Terima kasih juga dukungan Dinas Pendidikan Kota Cirebon. Shata mengaku kecintaannya belajar IPA sejak dibangku sekolah dasar.

Kehebatan Shata diakui oleh guru pembimbingannya, Karnoto, SPd. Menurut guru IPA SMP Negeri 4 Kota Cirebon ini, Shata mampu mengerjakan dengan cepat soal-soal IPA try out Ujian Nasional 2018. Hasilnya, dari 40 soal hanya satu soal yang salah. Karnoto menduga, raihan Shata medali perunggu lemah di praktek sains karena sekolah disini tak memiliki laboratorium.

Kepala SMP Negeri 4 Kota Cirebon Hj Sumiyati, S.Pd., M.Si mengaku bangga raihan anak didiknya hingga tingkat nasional. Rasa lelahnya antar jemput Shata saat lomba terbayar lunas dengan pencapaian luar biasa Shata yang masih duduk di kelas VII saat lomba diadakan. Pihaknya berharap Shata tahun depan akan jauh lebih siap dan bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman di sekolahnya. (PaDE)

SHATA JUARA OLIMPIADE SAINS NASIONAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
RSS
Twitter
Visit Us
Follow Me
YouTube
Instagram